Sabtu, 18 Mei 2013

Kisah Seorang Penebang Kayu dan Bodhisattva Kuan Im

 Kisah Seorang Penebang Kayu dan Bodhisattva Kuan Im

Dulu ada seorang penebang kayu di Tiongkok. Pada suatu hari saat mau
menebang sebatang pohon, dia melihat pohon itu bagus untuk dijadikan patung
Bodhisattva Kuan Im, jadi dia tebang pohon jati sedikit, dan membawa pulang.
Besoknya dia lupa membuat patung, melainkan langsung pergi lagi ke hutan
untuk menebang pohon. Mendadak ada harimau besar muncul di hadapannya dan
bersiap menerkam. Dia takut sekali, badannya menggigil dan tidak bisa
berbuat apa-apa.
Tiba-tiba muncul seorang nenek, "Hei harimau, kamu pergi sana! Jangan
ganggu!"
Aneh sekali, harimau itu pergi begitu saja. Orang tua itu kaget sekali.
Dalam hatinya tiba-tiba ingat Bodhisattva Kuan Im. Penebang kayu itu belum
mewujudkan niatnya yang tulus untuk membuat patung Bodhisattva Kuan Im, tapi
niat yang tulus itu sudah cukup untuk menyelamatkan jiwanya.

Menurut Bhiksu Wu Thung, kalau sedang mengalami kesusahan, misalnya sakit
berat, asal kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, sakit itu
bisa sembuh. Tapi doa itu harus dilakukan dengan sepenuh hati, dimana
ucapan, tubuh dan hati harus menyatu dalam doa. Bacalah Ta Pei Cou setiap
hari, setelah itu mohon jalan keluar pada Bodhisattva Kuan Im. Pasti kita
akan diberi jalan keluar, tidak perlu takut.
Kalau kita berdoa dengan sungguh-sungguh, doa kita pasti akan dikabulkan
asal niatnya baik. Namun ini tidaklah mudah, harus benar-benar murni dan
sepenuh hati.

Kita harus liam keng/nien cing meskipun keadaan sedang baik. Kalau kita
menunggu keadaan susah baru liam keng, kondisi yang ada juga sudah kurang
baik. Kalau kita terus berbuat kebajikan, terus liam keng pada saat senang
maupun susah, kita akan mendapat banyak pertolongan dan jalan keluar kalau
kesusahan tiba-tiba datang menyergap.

Dikutip dari buku "Bhiksu Wu Thung, pengalaman dan nasehat-nasehatnya"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar